Selamatkan Air Tanah Jakarta. " Sekarang atau Tunggu Jakarta Tenggelam."

Dokpri

Air adalah karunia Tuhan Yang Maha Esa kepada manusia untuk sumber kehidupan. Zat ini mutlak dibutuhkan untuk kelangsungan hidup semua makhluk di muka bumi.

Tak seorangpun yang menyangkal bahwa air merupakan kebutuhan dasar bagi seluruh kehidupan, baik manusia, binatang maupun tumbuh-tumbuhan, yang tidak dapat di gantikan oleh substansi lain.

Air pula yang memberikan manfaat dalam mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Indonesia di segala bidang.

Namun tahukah kalian, dalam ketidakseimbangan antara ketersediaan air bersih yang cenderung menurun dan kebutuhan yang semakin meningkat, sumber daya air wajib dikelola dengan memperhatikan fungsi sosial, lingkungan hidup, dan ekonomi secara selaras.

Dokpri

pengelolaan yang tidak efektif akan menimbulkan masalah lingkungan yang sulit di tanggulangi seperti pencemaran air, dan sumber air yang semakin parah, intrusi air laut kepedalaman dan meluasnya land subsidence (penurunan tanah).

Dokpri

Terkait masalah diatas Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Ignatius Jonan, bersama dengan Kepala Badan Geologi, Rudy Suhendar, pada hari Selasa, tanggal 15 Oktober 2019 mengadakan acara kumpul bareng awak media cetak maupun elektronik dalam media gathering dengan tema " Penyelamatan Air Tanah Jakarta."


Dokpri

Sumber daya air yang banyak di pakai adalah dari dalam tanah.

"Air tanah merupakan sumber air tawar (fresh water) terbesar di bumi, sekitar 50% penduduk bumi bergantung pada airvtanah untuk berbagai kebutuhan dasar, dan pemenuhan kebutuhan air bersih untuk rumah tangga 70% berasal dari air tanah. Kebutuhan air bersih di Jakarta saat ini diperkirakan mencapai 846 juta meter kubik per tahun, sedangkan layanan air PDAM Jakarta hanya mencapai sekitar 62%, sehingga sisa kebutuhan air bersih dipenuhi dari pengambilan air tanah."
Jelas pak Ignatius Jonan.

Namun pengambilan air tanah yang berlebihan di Jakarta dapat mengakibatkan turunnya muka air tanah yang ikut menjadi penyebab terjadinya penurunan tanah (land subsidence), dan intrusi air laut, terutama di daerah Jakarta Utara.
Kesemua nya itu telah mengurangi potensi sumber daya air yang ada untuk memenuhi berbagai kebutuhan.

Dokpri


"Gak kebayang deh kalau hidup tanpa air." 

Oleh karna itu melalui media gathering, diharapkan dapat mensosialisasikan hal-hal terkait kondisi air tanah Jakarta saat ini, dan upaya yang telah dan terus dilakukan oleh kementerian ESDM melalui Badan Geologi dalam rangka Konservasi air tanah Jakarta.

Acara ini merupakan rangkaian kegiatan sosialisasi Penyelamatan Air Tanah Jakarta yang telah di awali sebelumnya dengan kampanye Penyelamatan Air Tanah Jakarta pada kegiatan car free day Jakarta, Minggu 15 September 2019.

" Muka air tanah yang terendah yang terekam pada tahun 2013 di wilayah cekungan Air Tanah (CAT) Jakarta sekitar -45meter di bawah permukaan laut (m.dpl).
Pada tahun 2018 mengalami perubahan positif terpantau muka air tanah terendah di Jakarta Utara pada level -35 m.dpl. Laju penurunan permukaan tanah tertinggi yang terukur oleh alat GPS Geodetik adalah 12 cm/tahun di daerah Ancol wilayah Jakarta Utara."

Dokpri

Cekungan Air Tanah (CAT) Jakarta

Jakarta, secara ke-airtanah-an masuk dalam Cekungan Air Tanah (CAT) Jakarta. CAT merupakan satu kesatuan yang terdiri dari wilayah imbuhan air tanah, pengaliran air tanah, dan pelepasan air tanah.

CAT Jakarta dibatasi oleh sungai Cisadane
di sebelah Barat, Laut Jawa di sebelah Utara, sungai Bekasi di sebelah Timur dan daerah di sekitar paruh di Selatan.

Ada Apa Dengan CAT Di Jakarta?

Hasil survey Badan Geologi pada tahun 2013 menghasilkan peta-peta sebagai berikut, warna di peta menunjukkan tingkat kerusakan (lapisan batuan yang mengandung air). Warna hijau merupakan daerah imbuhan air tanah.

Faktor lain yang menjadi penyebab penurunan permukaan tanah Jakarta antara lain adalah  :

1. Kompaksi tanah secara alamiah

( Seperti pori-pori yang semula terisi air, tidak terisi air. Karna di sedot)

2. Pembebanan akibat pembangunan

3. Geotektonik

Terjadi pemanfaatan tanah akibat sifat natural nya ( natural konsolidasi). Terjadi pada daerah yang ada endapan lempung nya.

Dampak dekade lalu memang telah teramati bahwa dampak pengembangan konsep metropolitan berakibat besar kepada fungsi lahan yang membawa dampak negatif kepada penyediaan air secara berkelanjutan.

Di wilayah yang semakin padat hunian dan berubah fungsi ini komponen daur hidrologi juga berubah, neraca air baik yang harian maupun musiman menjadi berfluktuasi sangat drastis.

Kekeringan banjir dan longsor  menjadi peristiwa rutin dan menyebabkan berbagai dampak ikutan sehingga bangunan air di badan air tidak lagi mampu mengendalikan air bahkan juga tidak lagi mampu menyimpan air sebagaimana direncanakan semula.

Oleh karna itu perlu di lakukan upaya pengembangan teknologi artificial recharge seperti :

1. Pembuatan sumur resapan
2. Sumur Imbuhan
3. Biopori
4. Dan kolam resapan untuk membantu proses peresapan air hujan ke dalam akuifer agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan melihat resapan di wilayah CAT Jakarta sudah semakin sedikit dikarenakan pembangunan yang semakin pesat setiap tahun nya.

Dokpri

Mengingat kondisi dan komleksitas permasalahan pengelolaan air tanah Jakarta, sejak tahun 2013 kementerian ESDM melalui Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan Badan Geologi, membentuk Balai Konservasi Air Tanah di Jakarta dengan tugas khusus mengelola air tanah di CAT Jakarta, sehingga upaya penanganan masalah air tanah Jakarta bisa di lakukan secara lebih serius dengan melibatkan semua stakeholder terkait.

Dokpri

Kegiatan dan program yang telah dilaksanakan melalui Balai Konservasi Air Tanah dan Badan Geologi , dalam melakukan konservasi air tanah Jakarta antara lain dengan melakukan pemantauan kondisi air tanah Jakarta, pemantauan penurunan permukaan tanah, optimalisasi upaya konservasi dengan pengembangan teknologi konservasi, pelayanan rekomendasi teknis, pelayanan dataserta informasi airvtanah secara elactronik.

Kementerian ESDM juga bekerjasama dengan pemerintah DKI Provinsi Jakarta melakukan pengetatan pengambilan air tanah dan penindakan terhadap pengguna air  tanah yang tidak sesuai aturan.

Lalu apa yang harus kita lakukan ... ?

Tidak lain dan tidak bukan adalah dengan mengurangi penggunaan air tanah. Penghematan air  tanah harus di mulai dari diri sendiri sejak sekarang.

Mari Hemat Air

1. Pakai shower
2. Matikan keran saat sikat gigi
3. Laundry nunggu banyak dulu
4. Gunakan toilet yang hemat air
5. Matikan faucer saat mencuci piring dan  tampung dulu air nya.
6. Jangan menyiram tanaman saat siang hari untuk mengurangi evaporasi.

Nah, tunggu apalagi. Yukk Hemat air  ...

"Sekarang atau Tunggu Jakarta tenggelam"

Untuk menggunakan air tanah selain rumah tangga pemerintah memberlakukan perizinan air tanah.
Dalam perizinan ini diatur posisi kedalaman yang boleh diambil beserta debit maksal nya.
Cara lain adalah dengan membuat sumur resapan untuk agar air hujan dapat meresap melaui sumur tersebut.

Dokpri

Air merupakan sumber kehidupan bagi setiap orang, sehingga kita wajib menjaga keberadaan air tersebut baik kuantitas ataupun kualitas nya dengan sebaik baik nya.
Oleh karna itu masyarakat harus berperan aktif dalam upaya pelestarian kualitas air.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Lebih Dekat Wisata Kota Tua Melalui Kegiatan Happiness Race bersama Vivalova

Toyota All New Rush

Fintech AdaKita dan Manfaat nya Bagi Masyarakat