Gramedia Writers and Readers Forum (GWRF) 2019 Tampilkan Keberagaman Dalam Literasi


Dok Pribadi

Hallo sobat Kesal ..
(singkatan baru dari kesih latief yaa)

Kali ini aku mau berbagi tentang event seru yang penting buat aku untuk menambah ilmu dan wawasan tentang "menulis".

Nah, mungkin ini juga penting buat kalian, apalagi para penulis Newbie seperti aku.
Kenapa aku anggap penting ..??
Penasaran kan ... Kalau gitu ikuti kegiatan aku dan simak Catatan Kesih Latief ini yaa .. 😊

Dok Pribadi 

Siang itu, aku berkesempatan hadir di acara Gramedia Writers and Readers Forum (GWRF) 2019 di Gedung Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Jl. Medan Merdeka Selatan, No.11, Jakarta Pusat.
Acara ini digelar selama 3 hari, pada Jumat s.d. Minggu 02 - 04 Agustus 2019.

Dok Pribadi 

Kepala perpustakaan Nasional RI, Drs. Syarif Bando M.M, Publishing and Esucation Direction PT Gramedia Asri Media, Suwandi S. Brata, dan Triawan Munaf selaku Kepala Badan Ekonomi Kreatif di jadwalkan akan menghadiri acara pembukaan GWRF 2019, pada Jum'at 02 Agustus nanti. Panitia juga turut mengundang Wakil Prwsiden RI, Drs. H.M. Jusuf Kalla, Gubernur Dki Jakarta H. Anies Rasyid Baswedan, S.E, M.P.P.,ph.D, dan Duta Baca Nasional Najwa Shihab.

Ini dia alasan aku kenapa acara ini aku anggap penting. Karna acara ini merupakan forum bertemu, berinteraksi, diskusi dan sharing antara penulis dan pembaca.

Sebanyak 45 penulis buku dan pemateri profesional akan berbagi pengalaman serta praktik nyata dunia keliterasian dalam balutan tema yang berbeda. Sederet nama tokoh dan penulis ternama seperti Fiersa Besari, Ayu & Dito, Aan Mansyur, Sapardi Djoko Damono, Rintik Sendu, A.Fuadi, Budiman Sujatmiko, Maman Suherman, Naela Ali, Ayu Utami, dan lainnya dipastikan akan memeriahkan GWRF 2019 selama 3 hari.

Namun, selama 3 hari tersebut, aku tidak mengambil semua kelas talkshow yang di hadirkan oleh para penulis teesebut. Karna dijadwal dan jam yang sama ada 2 - 3 talk show yang disuguhkan pada hari itu.

Di tahun kedua ini, GWRF 2019 mengusung tema "Literacy in Diversity", sebagai simbol atas keberagaman di dalam dunia literasi. Seperti hal nya kemajemukan di Indonesia, literasi juga tertuang pada banyak hal. Rentang usia, wilayah, dan latar belakang, mampu memberikan inspirasi berbeda dalam dunia literasi. Demikian juga di acara GWRF 2019, penulis , pemateri, dan tema tiap kelas yang dihadirkan akan beragam. Selain kelas talkshow dan workshop, GWRF 2019 akan menghadirkan Editor's Clinic, Film Review, Book Bazaar, Music Performance, dan Awarding Gramedia Short film Festival.


Dok Pribadi 

Di hari pertama atau ke -1, aku mengahadiri sesi talk show dengan tema " Show Youre Creation With Sosial Media" dari para penulis muda berbakat yaitu Poppi Pertiwi, Luluk HF, dan Asabell Audida.

"Menjadi penulis harus punya pengingat  diri"  jelas Poppi Pertiwi

Karna kalo gak gitu, kita sering lupa disaat dapat ilham, harus buru-buru dicatat. Nah catatan itu nanti yang akan jadi pengingat kita dalam menulis sebuah cerita.

"semua harus ada jadwal nya"
  papar Assabel Audida.

Paling tidak satu hari harus bisa menghasilkan satu karya tulisan. Karna kerjaan kita gak cuma menulis, kita harus bisa memanage waktu.

" Manfaatkan Social Media untuk mempromosikan tulisan kita"  kata Luluk HF.

Media sosial akan lebih berguna jika kita bisa memanfaat kan nya dengan benar bahkan bisa menghasilkan.

Kelas talk show yang aku ikuti selanjut nya adalah bertemakan "Rhythm in Words" menghadirkan penulis terkenal Fiersa Besari.


Dok pribadi 

Setelah mengenal sosok tersebut lebih dekat, ternyata beliau seorang yang humoris.
Penulis yang mengikuti prinsip nya Pidi Baiq yaitu,

" Kalau menulis jangan pernah berhenti" 

Fiersa juga mengatakan,

" Yang susah itu kalau menulis adalah di awal kalimat. Sepuluh baris diawal paragraph"

Hemm, kalau ini sih aku setuju banget. Karna perasaan kalau nulis diawal tuh kalimat pembuka nya itu lagi itu lagi. Hehee ..

Solusi nya adalah sering-sering membaca buku, perhatikan kosa kata dan penempatan alur cerita.

" Yang bahaya itu buku yang bergeletakan karna sering dibaca, ketimbang buku yang tersusun rapih karna jarang di baca"

Jelas Fiersa yang akan menerbitkan buku baru nya "Tapak Jejak" di pertengahan Agustus ini, yang merupakan titik awal nya dari menulis.

Aku dan teman2 blogger 

Untuk di hari pertama, cukup menyenangkan bagi aku menghadiri acara ini. Senang bisa bertemu dan mengambil ilmu dari para penulis hebat ini.

Untuk materi besok, pasti gak kalah seru nya dari hari ini. Oh ya, acara besok di mulai dari pagi hingga sore hari, perlu siapkan kesehatan buat menyambut esok hari.

Nah, sampai di sini dulu ya Catatan Kesih Latief beebagi info dihari pertama GWRF 2019. Selanjut nya nantikan dan kunjungi Catatan Kesih Latief di hari ke dua ya sobat Kesal, Semangattt ... 😍


















Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Lebih Dekat Wisata Kota Tua Melalui Kegiatan Happiness Race bersama Vivalova

Toyota All New Rush

Fintech AdaKita dan Manfaat nya Bagi Masyarakat