Polemik Ketenagakerjaan dan Pendidikan Pada Masa Pandemi COVID–19

Halo Sobat, apa kabar nya ?
Semoga sehat selalu ya.

Selama masa pandemi ini banyak sekali hal-hal yang telah terjadi ya.
Kejadian-kejadian yang tak pernah terbayangkan sebelum nya datang tak terduga. Akibat wabah Covid-19, seluruh kegiatan atau aktivitas  menjadi terhenti.

Sejumlah mall, toko-toko, perkantoran, sekolahan semua nya ditutup. Seperti kota mati yang tak ada kehidupan di dalam nya.

Dampak Pandemi Covid-19

Dengan ada nya pandemi ini, sejumlah istilah asing pun bermunculan.
Seperti Work From Home (WFH) bagi para pekerja yang mulai bekerja dari rumah.

Begitu pula yang bersekolah, mereka tak lagi repot-repot datang ke sekolah lagi, karena sekarang mereka pun belajar dari rumah atau Home Learning

Polemik Ketenagakerjaan Saat Pandemi  

Work From Home (WFH), 

Nah, bagi yang pernah berandai-andai atau berharap libur panjang atau sekedar menunggu tanggalan di kalender merah merona untuk menikmati waktu dirumah saja, inilah saat nya. Doa kalian terjawab gaess.

Kalian bisa menikmati waktu dirumah aja setiap hari sambil ramaikan tagar #dirumahsaja bareng geng rebahan. Hehehe .. 

Istilah lain nya yang muncul saat pandemi yaitu Physical Distancing. 
World Health Organization (WHO), menerapkan kebijakan Physical Distancing atau  jarak fisik masing-masing individu. Kebijakan ini diyakini ampuh untuk memutus rantai  penyebaran Covid-19.

Selain itu juga pandemi sangat berdampak pada perekonomian masyarakat. Akibat nya tak sedikit mereka yang dirumahkan sementara atau pun dikeluarkan dari pekerjaan nya. Sedih ya, gara-gara si covad-covid ini. 😭

Pandemi juga mengajarkan kita untuk menjaga kesehatan dengan hidup lebih bersih.

Sekarang dimana-dimana jika keluar rumah terlihat orang - orang yang memakai masker dengan aneka motif dan model. Ini termasuk salah satu trend pandemi lho.

Disetiap sudut diletakkan tempat air bersih dengan sabun untuk mencuci tangan. Nah loh baru sadar kan kalau kebersihan itu sangat penting. 

Hayo, siapa yang hafal gerakan mencuci tangan yang baik dan benar?

Kalau kegiatan yang satu ini,bikin emak-emak dirumah pusing tujuh keliling. Apaan hayoo .. ?? 

Polemik Pendidikan Saat Pandemi 

Home Learning,

Yess, kegiatan yang satu ini sangat menguras waktu, tenaga dan pikiran.
Onde mandee … 

Apalagi kalau anak nya lebih dari satu yang bersekolah, kaya saya ini, punya 3 jagoan yang masing-masing duduk di bangku SMP, SD dan TK.
Kebayang dong repot nya gimana .. 

Sampe dapur mamak pun pindah ke dapur online. Yang pasti setiap pagi mamak berganti profesi menjadi seorang guru. Yeay .. guru dadakan kaya tahu bulat. Hihihi .. 

Tiap pagi mengingatkan anak untuk absen dan mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru mereka. 

Berhubung belajar nya dirumah, mereka bisa sambil makan dan minum sepuas nya.

Maka nya mamak jadi rajin bikin kudapan selama pandemi. Dan timbangan yang biasa nya berdiam diri di kolong meja sekarang jadi lebih aktif hadir didepan mata. 

Sebenar nya dengan sistem pembelajaran dari rumah secara daring dan  dengan waktu yang tersedia,  menurut kalian efektif gak sih ? 

Belum lagi kuota yang bikin jebol kantong emak. 

Bagaimana tidak, koneksi internet merupakan faktor penunjang utama yang sangat penting dari mereka yang WFH maupun siswa yang Home Learning. 

Berbagai aplikasi di smartphone digunakan untuk kelancaran tugas dan komunikasi. Seperti Zoom, Simak,Classroom, Google Meet
Absen pun anak ku yang SMP menggunakan Google Form.

Setiap individu dituntut untuk bisa mengoperasikan gawai nya. Susah nya bagi para orang tua yang gaptek.

Angkatan Corona 

Angkatan 2020 SMPN 164 Jakarta 

Penyebarluasan Coronavirus Disease (Covid-19), sangat berdampak bagi para pelajar angkatan 2020.

Perjuangan tak hanya berhenti sampai disitu saja. Pasal nya sejak dicanangkan putusan peniadaan ujian nasional (UN) dan larangan perayaan serta perpisahan  oleh presiden Joko Widodo dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim, angkatan 2020 menjadi sorotan. 

Julukan angkatan Corona pun muncul bagi para pelajar yang lulus di tahun pandemi ini. Lebih lengkap nya lagi “ Angkatan Corona, jalur “ Give Away “ (hadiah dari pemerintah, karna kelulusan nya tidak ditentukan oleh UN). Wkwkwk ... 

Padahal ya, kalau diperhatikan justru angkatan corona ini lebih banyak ujian nya. Salah satu nya dalam menghadapi virus Corona yang mematikan diselurah dunia. Jadi ujian nya bukan Ujian Nasional lagi tapi ujian bertaraf Internasional.
Yee kan ... 

So, gak perlu bersedih ria ya kalian yang merupakan angkatan Corona. 

Angkatan kalian itu angkatan yang ter Daebak deh. 

penuh cerita suka dan duka juga seru, bahkan bisa diceritakan ke anak cucu kalian dimasa yang akan datang nanti. 

Kita ambil hikmah positif nya saja, lulus di masa pandemi ini, yang memberikan banyak waktu dirumah justru memberikan kesempatan untuk mempersiapkan diri ke jenjang selanjut nya.

Percaya diri merupakan kunci keberhasilan kalian. Buktikan walaupun tanpa UN bukan berarti kualitas kalian lebih buruk dari para senior-senior kalian. 

Tidak bisa dipungkiri memang, kisah angkatan Corona 2020 penuh suka, duka, haru, pilu bercampur jadi satu dan akan dikenang selama nya.  

PPDB Menggunakan Usia 


Athallah Raza Fajrial

The last, polemik yang terjadi  di masa pandemi adalah “ syarat usia PPDB “. 

Tahun ini aku berencana memasukkan anak ku yang kecil Atha ke sekolah dasar.
Namun dilema sempat terjadi, perang batin pun timbul dan tenggelam antara daftar atau tidak. Kalaupun tidak daftar SD tahun ini, mamak harus siap-siap pasang ancang-ancang yang kuat.

Secara tahun depan, ke tiga anak-anak ku masuk kejenjang sekolah berikut nya secara bersamaan. Si sulung lanjut ke SMA, yang tengah lanjut ke SMP dan si bungsu masuk SD.

Nah kan, siap- siap pusing tujuh keliling deh. Tapi semoga aja semua dimudahkan dan dilancarkan nanti pada saat nya.
Doakan ya .. Aamiin 

Alhamdulillah tepat nya Sabtu,27 Juni 2020, PDB jenjang SD jalur Zonasi ditutup dan Atha diterima di SDN 19 KLS dengan usia 6 tahun 4 bln urutan ke 75 dari 77 siswa. Hehehe .. 

Plong … lega …bisul mamak sudah pecah. Hihihi … 

Namun sangat disayangkan banyak orang tua murid dan siswa yang usia nya muda masih belum dapat sekolah hingga hari ini. 

Echa, salah satu anak tetangga ku yang hendak melanjutkan ke jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), terpaksa harus menelan kesedihan dan kekecewaan yang mendalam, karena beberapa kali mendaftar di jalur berbeda (jalur afirmasi/ KJP, zona, prestasi) namun gagal. 

Begitu pula dengan Zahra, salah satu anak tetangga ku yang hendak melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA, karena usia nya masih kurang cukup, akhirnya mencoba peruntungan nya dengan mendaftar di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). 

Padahal dia termasuk salah satu siswa berprestasi di sekolah nya. Namun usia yang muda (12 tahun 1 bulan ) membuat nya terpental dari pendaftar yang lain. 

Usia anak menjadi persyaratan dalam PPDB. Kemendikbut No 17/2017 maupun Permendikbut No 44/2019 menyebutkan bahwa calon peserta didik baru kelas satu berusia 7 hingga 12 tahun atau paling rendah berusia 6 tahun pada 1 Juli bulan berjalan.

Syarat usia masuk SMP paling tinggi 15 tahun pada 1 Juli tahun berjalan, sedangkan jenjang SMA/SMK  berusia paling tinggi 21 tahun pada 1 Juli tahun berjalan. 

Mau dikata apa lagi, meski banyak yang pro dan kontra akan hal ini namun keputusan pemerintah dianggap sudah benar dan sesuai aturan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (KEMENDIKBUD). 

Selama pandemi ini banyak sekali yang terjadi. Semua sistem berubah bahkan hal-hal yang dianggap sepele menjadi lebih penting.

Seperti hal nya memakai masker dan mencuci tangan sesering mungkin. 
Semoga pandemi ini lekas berlalu dan tetap #dirumahsaja jika tidak ada hal yang benar-benar perlu.

Jaga kesehatan lindungi diri dan keluarga kita dari ancaman Virus Corona yang mematikan. 

Wassalam … 



Komentar

  1. Ya ampun, memang pandemi berlanjut dengan banyak polemik ya Mbak. Hiks!...Beneran bisulku juga pecah, anak sulung bisa masuk SMA lewat jalur prestasi. Semoga kondisi wabah ini segera membaik sehingga kita bisa berkegiatan seperti dulu lagi...era newnormal dengan tetap mengutamakan protokol kesehatan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget, sedih ya rasa nya, aq ingin seperti dl lg terbang bebas ...hihihi

      Hapus
  2. nah, iyess think about school during the pandemic, make me panic and little afraid too. I want the school back if the virus gone

    BalasHapus
  3. Banyak polemik yg terjadi selama masa pandemi ini. Tentunya harus kita sikapi secara benar supaya bisa teta menjadi manusia bijak dan memanusiakan manusia.. semangat kak

    BalasHapus
  4. Wah memang banyak dampak covid19 di seluruh segi kehidupan kita ya mba.
    Yuuk..tetap semangat ya..

    BalasHapus
  5. Iya iya selama pandemi ini banyak banget polemik-polemik yang muncul diberbagai pemberitaan. Blas, setelah pandemi datang banyak hal mulai berubah dan itu mengundang shock dari banyak orang. Ya, akhirnya jadi polemik deh.

    BalasHapus
  6. Apalagi bayi yang lahir di musim korona, ter daebak juga 👏😁

    BalasHapus
  7. polemik yg terjadi bnyk bnget ya dimasa pandemi gini..sptinya semua usia kena masalah yg cukup rumit..mulai dari wfh.wfo. learning from home dst.. semoga pandemi ini cepat berlalu ya..

    BalasHapus
  8. Semoga pandemi lekas berlalu, kangen dengan suasana normal. Tetap jaga kebersihan dan kesehatan ya kak. Apapun keputusan pemerintah itu pasti yang terbaik buat warganya

    BalasHapus
  9. Banyak yang berubah dan butuh penyesuaian yaa...di masa pandemi ini.
    Semua serba mendadak dan tentu tidak siap.
    Semoga anak-anak dan para orangtua tetap saling mendukung dan menguatkan agar keberhasilan dalam menuntut ilmu juga diperoleh.

    BalasHapus
  10. Tetap semangat sekolah yaa! Masa sekarang memang banyak peraturan berubah :(

    BalasHapus
  11. Bismillah semoga kita bisa berjuang melalui tahap ini ya kak.
    Kita pasti bisa, mudah-mudahan lekas berlalu pandemi

    BalasHapus
  12. Dulu saya sering mengeluh jenuh bekerja, ingin ambil cuti yg panjang. Namun sejak ada corona, saya beristighfar dan menyesal pernah berkata seperti itu. Sekarang, corona hampir melumpuhkan sendi sendi ekonomi rakyat. Bahkan anak sekolah pun rindu akan berkumpul dengan teman-temannya.

    BalasHapus
  13. Banyak banget yang terjadi hanya karena makhluk kecil bernama virus ya Kak. Ini teguran yang luar biasa dari Sang Pemberi Nikmat. Semoga banyak hikmah yang diraih.

    BalasHapus
  14. Iya, kerasa sekali saat PPDB kemarin. Ponakan emak sampek mantengin gawai terus-terusan gegara usianya terpaut setahun dengan usia umumnya anak masuk SMA. Mana zonasi membatasinya punya pilihan 2 dan 3. Semoga segera berakhir si covid ini. Aamiin

    BalasHapus
  15. Semoga tahun depan sistem PPDB lebih fair buat semuanya ya Mbak. Semoga anak-anaknya fight selama setahun ini. Dua anak saya di tahun kemarin, lulus SMA dan lulus SD, kekacauannya beda lagi. 😁

    BalasHapus
  16. Wah tantangan jaman now ya, anak-anak saya tahun lalu menerima tantangan kelulusan dan lanjut. Semoga tahun depan lebih fair lagi. Selamat buat ananda, alhamdulillah.

    BalasHapus
  17. wuah yang paling kasian tuh mereka yang baru lulus kuliah
    sidang skripsinya online
    wisudanya online
    cari kerja susah
    hadeeeh

    BalasHapus
  18. Yang menjadi perhatianku saat pandemi ini adalah dunia pendidikannya.
    Karena hampir semua sekolah melaksanakan sistem pembelajaran atau memantau anak didiknya lewat daring, nah yang menjadi persoalannya bagaimana untuk sekolah sekolah yang ada di daerah terpencil, tentu anak didiknya memiliki keterbatasan baik internet,kuota,atau bahkan smartpone sekalipun.

    Semoga ini menjadi pembelajaran tuk kita semua,dan semoga pandemi segera berakhir agar dapat beraktifitas belajar mengajar seperti biasa lagi

    BalasHapus
  19. akupun ya mba, sebagai guru kelas 1 SD, rada pusing juga sih belajar secara online ini. ya mau ga mau harus lebih banyak belajar dan lebih kreatif gitu

    BalasHapus
  20. Aamiiin..semoga pandemi Covid-19 ini segera berlalu yaa. Kangen euy dengan kondisi normal yang dulu. Berangkat ke sekolah, ke tempat kerja, bertemu dengan teman dan keluarga tanpa ada rasa takut.

    BalasHapus
  21. Riweh juga ya aturannya, gimana nanti zaman anakku. Tapi mungkin pemerintah sudah mempertimbangkan segala baik buruknya untuk pendidikan anak-anak di Indonesia.

    BalasHapus
  22. Si nomer 3 ku juga angkatan Corona kak. Naik SD tahun ini tanpa acara wisuda seperti kakaknya.
    Semoga Corona cepat pergi lah kak.

    Kayaknya kita semua udah bosen.. hihihi

    BalasHapus
  23. Banyak dampak dari pandemi ini mulai dari sektor financial sampai pendidikan. Semoga pandemi cepat berlalu ya biar kita bisa beraktifitas seperti biasanya.

    BalasHapus
  24. Aih iyaa..ada banyak banget istilah yang lahir selama masa pandemi Covid-19 ini. Work From Home, School From Home, Pembelajaran Jarak Jauh, dan lainnya.

    BalasHapus
  25. Kasihan banget mbaaa, anak-anak tahun ajaran baru dibilang Angkatan Corona. Wkwkwk. Sedih, tapi pengen ketawa juga dengar istilahnya. Yg jelas, anak-anak angkatan baru sekarang insya Allah bakal jadi generasi autentik yg tahan banting, sebab survive di masa pandemi.

    BalasHapus
  26. Tentu bukan aku dan suami aja yang merasakan dampak pandemi ini, tapi jutaan orang diluar sana pun juga.

    Baik di bidang ketenagakerjaan ataupun pendidikan juga ikut dampaknya. Terlebih sekolah yang tidak memiliki akses internet tentu dirasa sulit

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sensasi Mandi Parfume Bareng Vitalis Parfume Moisturizing Body Wash

Ulang Tahun RSCM Ke-100 Tahun, Mengukir Karya Meraih Prestasi

Fintech AdaKita dan Manfaat nya Bagi Masyarakat