Dunia Remaja

" Keluarga adalah Hal Terpenting Didunia "
- Lady Diana -  

       
                         

                                                           
Awal mula aku menulis artikel ini, sebenar nya bermula dari anak ku yang sedang menginjak masa remaja. Dan bingung ketika sewaktu-waktu melihat sikapnya yang mulai berubah-ubah, layak nya Ababil (abg yang labil, wkwkwk).

Akhirnya aku pun mencoba mencari tahu dan mempelajarinya tentang seluk beluk masalah remaja dari berbagai sumber. Dan inilah sesikit info yang mungkin bisa bermanfaat untuk para orangtua terutama yang mempunyai anak remaja. 

Ketika memasuki masa remaja, anak-anak mengalami perubahan ditubuh dan otaknya. Perubahan ini mempersiapkan mereka menjadi orang dewasa, baik secara tampilan fisik dan kemampuan berpikir. Tetapi perubahan itu tidak tetjadi dalam waktu semalam, dan anak-anak perlu waktu untuk memahami apa yang sebenar nya terjadi dengan dirinya. 

Sebagai remaja yang merupakan masa peralihan dari anak-anak menjadi dewasa, mereka mengalami perubahan fisik dan psikis. Remaja pria mulai tumbuh jakun, kumis, mengalami mimpi basah dan lain nya. Remaja putri mengalami dada nya membesar, mulai haid dan seterusnya.

Berbagai perubahan ini kerap membuat mereka tidak nyaman dan tidak jarang kebingungan. Sayangnya, yetkadang mereka sulit menyatakan perasaannya secara lugas.
Karena perubahan ini tidak tetjadi dalam satu malam, maka kemampuan remajapun berkembang secara bertahap sampai usia 21 tahun. Bagian akhir dari perkembangan otak misalnya, adalah pada area frontal labe yaitu terkait kemampuan untuk melaksanakan, berpikir abstrak, dan pengambilan keputusan. 

Kemampuan ini tentu berkaitan dengan kesadaran diri, kemampuan untuk memperkirakan resiko dan bahaya ketika kita bertindak dengan bijaksana dan seauai akal sehat. Itu sebabnya remaja membutuhkan pendampingan irang dewasa agar mereka dapat terus berlatih untuk mengembagkan area ini. 

Lalu apa saja yang harus kita siapkan untuk menghadapi remaja yang super duper perlu ekstra kesabaran ini. Simak terus tulisan aku dibawah ini ya bunda, bersama-sama kita belajar untuk memahami remaja. Bukan maksud menggurui, tapi sekedar sharing pengalaman saja ya bunda.  

Pola  Komunikasi dan Pengasuhan

Gaya Komunikasi 

Komunikasi adalah salah satu yang sering dikeluhkan orangtua. Remaja mendadak diam seribu bahasa atau tidak lagi mau berbincang dengan ibu dan bapak nya sehingga membuat remaja jauh dari keluarga. 

"Aneh tapi nyata" mengingat bicara sudah dimulai dari sejak dalam kandungan, bahkan sejak dalam buaian. Tapi kenapa ya, ketika sudah beranjak dewasa ,anak-anak kadang susah untuk berkomunikasi dengan orangtua mereka. Adakah yang salah dengan gaya komunikasi kita sebagai orang tua. 

Ternyata tidak ada tujuan komunikasi untuk menghukum atau  marah-marah. Luapan emosi dalam bentuk apapun tidak akan memberi manfaat dalam proses komunikasi. Bagi remaja tentu menyebalkan jika kominikasi oleh orangtua dilakukan hanya saat ada masalah atau hendak memberikan nasehat. 

Jadi terkadang percuma, emak sudah bawel nyerocos gak jelas, anak nya mah masuk kuping kanan keluar kuping kiri. Wkwkkwk .. 

Orangtua harus memahami gaya komunikasi dengan remaja, jadi bisa mengethui kebutuhan dan tujuan komunikasi mereka. Sebaliknya, orangtua dapat mengupayakan keberhasilan komunikasinya dengan anaknya. 

Tips ketika orangtua berkomunikasi dengan anak 
  1. Dihayati.Ketika berinteraksi dan berkomunikasi dengan remaja, hendaknya orangtua mencurahkan segenap pikiran dan perasaan saat momen tersebut berlangsung.
  2. Diterima. Apapun yang disampaikan oleh remaja, tetima tanpa menghentikan atau menunjukkan ketidaksetujuan secara langsung. 
  3. Didengarkan. Kadang remaja tidak oerlu jawaban. Kadang mereka hanya perlu didengarkan, mereka merasa istimewa, merasa penting. 
  4. Ditanggapi. Cara merespon pun harus tepat. Pilih gaya komunikasi yang paling sesuai dengan situasi dan kondisi saat proses komunikasi berlangsung, tentunya agar efektif. 
Dalam berkomunisai juga perlu penghayatan lho bunda, seperti mencurahkan segenap pikiran dan perasaan. Jangan lupa untuk fokus dengan memandang matanya, menyentuh yangan atau punggung untuk menunjukkan kita peduli dengan yang ia rasa, pikir dan katakan.

Gaya Pengasuhan

Gaya pengasuhan sebenat nya bukan faktor tunggal pembentuk kepribadian seseorang. Namun, setiap gaya pengasuhan akan menghasilkan tipe anak yang berbeda. Hal lainnya yang berpengaruh pada terbentuknya kepribadian seseorang adalah faktor lingkungan.

Secara garis besar, ada 3 gaya pengasuhan, yakni :

1. Otoriter
- Menghasikan anak yang pasif karena semua keputusan ditentukan orangtua.
- Anak tidak memiliki kendali tethadap diri sendiri katena semua diatur dan diarahkan orangtua.

2. Permisif
- Anak menunjukkan perilaku membangkang tanpa aturan karena orangtua tidak memberi arahan dan aturan yang jelas.
- Anak sulit mengantisipasi, mudah curiga, dan tidak percaya dengan lingkungan karena tidak adanya konsistensi aturan dari orangtua.

3. Apresiatif
- Anak kooperatif karena orangtua menerapkan aturan yang konsisten.
- Anak mampu mengantisipasi konsekuensi dan mengarahkan perilakunya.
- Anak tampil percaya diri karena yakin perilakunya tepat sesuai dengan penerapan aturan yang konsisten.

3 gaya pengasuhan itu adalah teori klasik dari Diana Baumrind. Sebenarnya dalam pengembangannya ada satu lagi gaya pengasuhan orangtua dalam memenuhi kebutuhan anaknya yaitu uninvolved atau neglect atau pembiaran.
Gaya ke -4 inu merujuk pada orangtua yang mengabaikan kebutuhan fisik dan emosi ank, juga keamanan, kesehatan, dan oerawatan anak.

Ciri-ciri nya :

1. Sering tidak berada di rumah fan meninggalkan anaknya sehingga anak harus mengurus dirinya sendiri.
2. Orangtua lebih nyaman beraktivitas tanpa anak.
3. Tidak kenal dan tidak peduli dengan lingkungan dan orang-orang yang berada di sekitar anak (teman, guru, dsb).
4. Menjadikan pekerjaan atau kesibukan sebagai alasan ketidakhadiran/ketertiban sebagai orangtua.

Nah bunda, hindari pola asuh seperti ini ya, karna anak kita nanti akan terluka secara emosi dan fisik.

Rumah adalah dimana kamu merasa dirumah dan diperlakukan baik
- Dalai Lama - 

Pola Asuh Masa Lalu 

"Malam itu menjelang pukul 24.00, Rafi (15) baru tiba dirumahsetelah menghadiri pesta ulang tahun teman nya di sebuah kafe. Siang tadi ia sudah berpesan pada ku kalau ia akan pergi menghadiri upang tahun temannya nanti sore selepas maghrib. Dengan susah payah ia berusaha membuka pintu, namun pintu sudah kami kunci. Dan ia berusaha mengetuk pintu agar ada yang membukakan pintu untuk nya. Akhir nya, kami membukakan pintu untuknya dan memintanya untuk duduk sebentar. 
" Ayah dan bunda tidak ingin kamu mempunyai kebiasaan pulang malam, bergaul tidak jelas. Jakarta ini tidak aman. Kalau kamu kenapa-kenapa bagimana?.Lalu Rafi menjelaskan, selama pesta ia tidak ikut merokok, atau minum-minum. Saat pulang ia diantar temannya Rafli yang juga kami kenal.Diperjalanan pulang terkendala macet karena ada kecelakaan lalulintas sehingga terlambat sampai dirumah. Namun, aku seperti tidak mau mendengarkan. "Ah, alasan saja. Bunda mana tahu benar atau tidak ".Akhirnya dengan hati dongkol, rafi hanya diam dan langsung beranjak kekamarnya. 

Cerita diatas seperti akrab ya. 

Ada tidak yang masih menganut pola asuh seperti yang orangtua dahulu terapkan. 
Seperti contohnya mengatur pergaulan kita dengan ketat, tidak boleh pacaran, tidak boleh pulang malam, hingga tidak boleh membaca novel percintaan. Oleh karena itu refrensi bunda hanya gaya pengasuhan Nenek. Dan hasil nya, Rafi lebih sering berontak ketimbang mematuhinya .Menurut dia, bunda nya kuno. Wowww ...

Baru sadar ternyata pola asuh seperti ini tidak harus terjadi. 








Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sensasi Mandi Parfume Bareng Vitalis Parfume Moisturizing Body Wash

Ulang Tahun RSCM Ke-100 Tahun, Mengukir Karya Meraih Prestasi

Fintech AdaKita dan Manfaat nya Bagi Masyarakat