Peluncuran Kampanye Stop Pneumonia Pada Anak

Asssalamu'alaikum ..

Selamat pagi, siang, sore dan malam ...

Hemm ...  sebelum nya aku mau bertanya nih kalian tau gak sih apa itu Pneunomia .. ??



Nah, kali ini aku mau membahas tentang Pneunomia ini. Pada tanggal 18 Agustus 2019 yang lalu,  Save The Children bersama organisasi lokal mya Yayasan Sayangi Tunas Cilik (YSTC) meluncurkan kampanye " Stop Pneunomia " di Wisata Kota Tua tepat nya di depan gedung Museum Fatahillah. Jakarta.

Hal ini merupakan komitmen Global Save The Children International, terutama dalam merayakan ulang tahun nya yang ke 100. Tujuan nya adalah menyelamatkan 5.3 juta anak di seluruh dunia termasuk Indonesia.

Dok. Pri 


Acara yang live out door tersebut menampilkan beberapa nara sumber, yaitu:

- Sellina Patta Sumbung -  ketua dari yayasan Save The Children
- dr. Madeleine Ramdhani Jasin Sp.A - Ikatan Dokter anak Indonesia
- Bayu Oktara (Artis/Father Figure)
- dr. Erna Mulati MSc. CMFM - Direktur Kesehatan Keluarga Kementrian Kesehatan RI
- dr. Windra Waworuntu M-KES - Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan RI. 
- Ani Bertha - Blogger dan Enterpreneur


Dok. Pri 

Hari itu masih pagi, kami dan teman-teman dari Blogger serta komunitas pejalan kaki yang hadir, di suguhkan dengan tarian Cokek dari komunitas Ibu-Ibu Berkebaya.
Senang nya melihat mereka menari dengan luwes di bawah sinar matahari pagi yang menyehatkan tubuh.

Dok. Pri 

Selanjut nya acara talk show pun di mulai.
Nah, yang belum tau apa itu Pneunomia simak baik-baik yaa, jadi ..

Pneunomia adalah Infeksi akut sistem pernafasan bawah yang di sebabkan oleh virus, bakteri dan mikro organisme lainnya.

Pneunomia Pembunuh Balita Kedua Di Dunia 


Dok.Pri 

Masih sering kita mendengar penyakit Pneunomia menyerang masyarakat Indonesia.
Pneunomia menduduki peringkat atas kematian bayi dan balita di Indonesia.
Menurut RisKesDas 2007, Pneunomia merupakan penyebab kematian kedua setelah diare pada balita dan selalu menjadi 10 penyakit terbesar di Indonesia.

Pneunomia menjadi berbahaya karna dapat menyebabkan kegagalan pernaasan, kegagalan sirkulasi dan gagal organ lainnya.

Pneunomia pada balita di tandai dengan gejala batuk, nafas cepat, tarikan dinding dada bagian bawah ke dalam, dan gambaran radiologi/thoraks bagian dada menunjukkan infiltrasi  paru akut.
Pneunomia sering tertukar dengan infeksi saluran pernafasan akut/ISPA walau sebenar nya berbeda.

ISPA terbatas pada saluran pernafasan bagian atas yaitu hidung dan tenggorakan.
Sementara Pneunomia termasuk pada infeksi saluran pernafasan bawah dimana imfeksi menyebar hingga jaringan tisu paru-paru.

Secara global, jumlah kematian bayi di bawah lima tahun karena Pneunomia pada tahun 2015 mencapai 920.000 jiwa atau dua balita setiap menit nya. Hemm ... Angka yang cukup mengerikan yaa ..

Pneunomia juga sangat erat kaitannya dengan kemiskinan dan kesenjangan. Di negara-negara maju penderita pneunomia menyebabkan anak-anak masuk rumah sakit, tetapi kasus yang fatal jarang tetjadi. Sebik ny di negara-negara miskin, pneunomuameningkatkan angka kematian pada anak-anak. Alasannya adaah karna anak-anak miskin jarang mendapatkan kesempatan vaksinasi dan memiliki gizi buruk dan tinggal di lingkungan yang beresiko.

Ada sebuah cerita tentang bu SA yang kediaman nya tidak jauh dari tempat kita berada, masih di daerah Jakarta Utara.

Bu SA mendapati anak kedua nya, UP yang berusia 3 tahun, sudah dua hari badan nya panad dan batik nya semakin menjadi. Pagi ini bu SA mendapatkan anak nya bernafas dengan cepat seperti baru saja berlari cepat.

Lalu segera bu SA dengan diantar suami pergi menuju ke puskesmas yang kebetulan letak nya tidak  jauh dari rumah nya. Dokter pun menanyakan apakah di rumah ada yang merokok. Lalu jawab nya tidak ada. Singkat cerita UP di diagnosa menderita Pneunomia.

Dokter puskesmas dan beberapa karyawan puskesmas beberapa hari kemudian datang mengunjungi rumah bu SA, dan ternyata memang tidak di ketemukan anggota keluarga/penghuni rumah yang merokok.
Namun bu SA dan suami nya ini bekerja. Dan anak nya UP di titipkan nya di tempat kakek dan nenek nya. Ternyata kakek dan paman UP merokok di dalam rumah. Dan karena beberapa ruangan ber AC, maka jendela jarang sekali terbuka.

Berdasarkan cerita diatas, sungguh miris ya mendengar nya. Hanya karna terpapar asap rokok bisa berkakibat fatal. So, becareful ya moms ...

Ternyata anak Indonesia belum sepenuh nya merdeka dari Pneumonia. Selain masalah stunting yang masih membelenggu hak mereka untuk tumbuh sehat. Sebagian anak Indonesia juga rentan terkena penyakit yang harus nya bisa di cegah.


Pneumonia - pembunuh balita tertinggi kedua di negara ini masih mengancam anak-anak balita untuk terpenuhi hak nya untuk bisa bertahan hidup. 

Selain perokok, pecandu alkohol juga bisa terkena Pneunomia. Hal ini karena alkohol melemahkan sel-sel darah putih dalam melawan serangan bakteri  dari luar tubuh.  Yukk ikuti Campaign STOP PNEUNOMIA PADA ANAK.


Dok. Pri 


Dok. Pri 

Pencegahan Pneumonia  

-  Menjalani vaksinasi. Vaksin merupakan cara agar terhindar dari Pneunomia.

-  Mempertahankan sistem kekebalan tubuh

- Menjaga kebersihan

- Berhenti merokok

- Hindari konsumsi minuman beralkohol.



Komentar

  1. Suka parno sendiri kl anak udah kena batuk² gitu. Sharing yg bagus ini Mbak Kesih, jd termotivasi buat buka jendela biar sinar mentari pagi masuk ke dlm kamar ya. Tfs yaa...

    BalasHapus
  2. Sedih denger jika ada bayi yang meninggal karena pneunomia disebabkan karena jadi perokok pasif. Aku aja yang udah segini aja sesak setiap menghirup asap rokok apalagi bayi.

    BalasHapus
  3. Aku kepikiran bayi-bayi di daerah terdampak asap mba. Khususnya riau dan kalimantan.
    Aduh, dikabarkan beberapa bayi meninggal karena gagal bernafas. Sedih sekali rasanya.
    Apalagi soal asap rokok ya..
    Dan memang ada beberapa bayi temen saya di Medan yang meninggal karena asap rokok.

    BalasHapus
  4. Edukasi seperti ini harus digencarkan, supaya STOP pneumonia bisa terinternalisasi dalam diri kita dan menjadi sebuah fakta
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    BalasHapus
  5. Aku sebel banget kalau ada perokok yang ngga peduli sama kesehatan anak anak dan dampak asap rokokmereka buat lingkungan, kemarin di surabaya Jurnalis Sahabat Anak juga kampanye hal yang sama

    BalasHapus
  6. Aduh jangan remehkan batuk pilek pada anak ya. Harus waspada sapa tau itu Pneumonia

    BalasHapus
  7. Memang agak gimanaa gitu mengingatkan orang untuk tidak merokok di tmpt umum.
    Terutamanya yg ada anak2nya.

    Syedih aku tu

    BalasHapus
  8. Saya baca ini langsung meringis, Mbak. Pneunomia menjadi pembunuh kedua di dunia. Dan mirisnya lagi baca sebuah kisah, anak terkena Pneunomia karena orang-orang terdekatnya. Kenapa mereka tidak sadar ya, merokok di luar rumah dan jauh dari anak balita. Jadi acara seperti ini harus terus diadakan agar informasi seputar Pneunomia diketahui semua orang.

    BalasHapus
  9. Wah, ternyata anak Indonesia belum sepenuh nya merdeka dari Pneumonia, selain masalah stunting yang masih membelenggu hak mereka untuk tumbuh sehat ya..semoga informasi tentang Pneumonia seperti ini bisa dibagikan dan disosialisasikan sehingga bisa dikurangi penderitanya.

    BalasHapus
  10. Asyik banget kalau acara-acara kayak gini diadakan di luar, jadi lebih nyaman mengikutinya.
    Mengenai pneunomia ini emang perlu banget disosialisakan karena banyak yang nggak tahu.

    BalasHapus
  11. Lagi2 ya, namanya rokok gak ada manfaatnya ya. Harusnya para org tua trmasuk kakek nenek, juga bisa meninggalkan rokok. Ikutan gemes bgt bacanya

    BalasHapus
  12. Iya, Mbak. Bahaya sekali, pnemonia ini. Bukan hanya bagi bayi, bagi orang dewasa juga. Dan penyakit ini agak disepelekan gejalanya, karena sangat umum. Semoga jangan ada yang mengalami. Aamiin

    BalasHapus
  13. Acara seperti ini yang harus terus dikembangkan, banyak ilmu dan pengetahuan yang diperoleh.
    Pneunomia ini pemicunya salah satunya asap rokok. Makanya saya suka kesal sama perokok yang merokok seenak jidat.

    BalasHapus
  14. Serem juga ya? Tapi penasaran kalau kondisi di Indonesia presentasinya gmn ya soal penyakit ini? Apakah msh tinggi atau sudah mulai berkurang.
    Edukasi kyk gini oke buat masyarakat, khususnya supaya ortu gak merokok deket2 anak dan bisa kasi perlindungan berupa vaksin dan cek kesehatan lainnya

    BalasHapus
  15. Serem juga ya itu penyakit penumonia, dan amit2 deh jangan sampai keluarga kita terkena penyakit itu, dan serunya di sosialisasikan dengan acara yang seru dan keren banget

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Lebih Dekat Wisata Kota Tua Melalui Kegiatan Happiness Race bersama Vivalova

Toyota All New Rush

Fintech AdaKita dan Manfaat nya Bagi Masyarakat