Profil Anak Indonesia 2019

1 dari 3
Penduduk Indonesia adalah
ANAK-ANAK 


Pernyataan diatas berdasarkan sumber dari Kerjasama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang bekerjasama dengan Badan Pusat Statistik. 

Siang itu, tepat nya Selasa, 3 Desember 2019, saya dan beberapa teman blogger menghadiri undangan seminar tentang 

"Publikasi Data dan Informasi 
Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak tahun 2019" 


Hadir beberapa nara sumber yaitu :

1. Nur Sahrizal ,SSI
2. Dendi Romadhon SSI, MSE 
3. Wisnu Winardi
4. Dr. Whindarso Ponco



Ada 4 tahap pembahasan yang dikemukakan oleh masing-masing nara sumber, yaitu : 
  • Profil perempuan Indonesia 2019
  • Profil Anak Indonesia 2019
  • Statistik Gender Tematik 2019
  • Pembangunan manusia berbasis Gender 2019 

Namun kali ini, saya tertarik dengan tema Profil Anak Indonesia 2019. 
Jadi, saya akan membahas hal tersebut disini yaa. Semoga bermanfaat, cekidoottt ...



Tahukah mom, masalah utama yang terjadi pada anak Indonesia adalah kesenjangan sosial. Pemerintah melalui Kemen PPPA membina Forum Anak Nasional (FAN) berusaha mengangkat permasalahan- permasalahan yang terjadi tentang Anak Indonesia. Yaitu dengan membuat data informasi Publikasi Profil Anak Indonesia 2019.

Adapun Tujuan Publikasi Profil Anak Indonesia 2019 adalah sebagai berikut :

  • Mendeskripsikan dan menginformasikan kepada pemerintah yaitu Kementrian/ lembaga dan berbagai institusi swasta dan masyarakat tentang kondisi anak-anak di Indonesia. 
  • Sebagai masukan dalam rangka perencanaan dan evaluasi atas pembangunan anak yang telah dan sedang berlangsung. 
Berikut data yang dirangkum mengenai Profil Anak Imdonesia 2019, meliputi : 

🌸 Struktur Penduduk Anak Usia 0 - 17


  • 79,55 penduduk berusia 0-17 tahun
Komposisi penduduk anak terbanyak

Anak laki-laki lebih banyak dari anak perempuan pada setiap usia antara 0- 17 tahun.
  • 33.4% Usia 7 -12 tahun 
  • 27,6%   Usia 0 - 5 tahun 

Rasio jenis kelamin 103,3  Artinya, dari setiap 100 anak perempuan terdapat sekitar 103 anak laki- laki.

🌸  Hak Sipil Anak




Konvensi PBB tahun 1989 mengharuskan semua anak untuk didaftarkan segera kelahirannya, harus mempunyai nama serta kewarganegaraan. 

Berdasarkan sumber  Survei Sosial Ekonomi Nasional (seusenas),
83,6% anak memiliki akta kelahiran. Di perkotaan jumlah persentase nya lebih banyak di banding perdesaan.

Kota =88,3% 
Desa =78,2% 


Salah satu upaya pemerintah untuk hal ini adalah pembuatan Akte Kelahiran dan KIA (Kartu Identitas Anak).

Akta kelahiran telah di tetapkan sebagai syarat dalam memperoleh beragam pelayanan di masyarakat. Kelahiran yang belum tercatat akan berdampak pada kehidupan anak di masa yang akan datang.

Sementara disejumlah daerah di Indonesia telah mewajibkan Kartu Identitas Anak (KIA) sebagai syarat untuk mendaftarkan anak masuk sekolah ditahun ajaran 2019.

Selain itu, KIA nanti nya juga diperlukan untuk pengurusan administrasi anak lain nya, seperti untuk berobat, membuka rekening bank, pembuatan pasport dan jika nanti akan mengurus e-KTP setelah berusia 17 tahun.

Sebenarnya sejak tahun 2016 , Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah mewajibkan setiap anak Indonesia yang berusia dibawah 17tahun untuk memiliki KIA. Nah, apakah anak anda sudah punya ? Yukk, segera bikin jika belum yaa ... 

🌸 Lingkungan keluarga Dan Pengasuhan Alternatif



Indonesia memiliki kekuatan yang tidak di miliki negara lain, yaitu keluarga yang sangat solid. Keluarga Indonesia adalah home base bagi anggota keluarganya.

Oleh karena itu, disadari atau tidak betapa krusial nya fungsi keluarga terhadap pembangunan kualitas SDM, peningkatan kesejahteraan, serta terhadap penurunan jumlah Angka Kematian Bayi (AKB) dan Angka Kematian Ibu (AKI). 

Menurut data Susenas 2018,
39,92% Anak perempuan usia 10-17 tahun menikah diusia  16tahun bahkan 0,5%  berada Pada usia <15 tahun.

Fakta tersebut tidak terlalu mengejutkan mengingat remaja semakin permisif terhadap seks pranikah, sementara hanya 5 dari 10 remaja yang mengetahui bahwa satu kali berhubungan seks saja sudah dapat menyebabkan kehamilan.

Yang tak kalah krusial nya adalah absen nya orangtua dalam memberikan pendidikan seksual yang memadai bagi remaja. Padahal orang tua memegang peranan penting dalam menyampaikan informasi yang tepat,memberikan motivasi, keterampilan sikap, dan menjadi role model dalam mempraktikkan perilaku positif.

🌸 Persentase Angka Parsitipasi Kasar PAUD usia 3-6 tahun. 





Berdasarkan sumber dari Susenas 2018,BPS 74,51% Angka kesiapan sekolah PAUD, Persentase tertinggi yaitu ada di daerah D-I Yogyakarta dan persentase terendah ada di daerah Papua, artinya 7 dari 10 anak yang duduk dikelas 1 SD/Sederajat sudah memiliki kesiapan untuk terlibat dalam proses belajar mengajar.

Peneliti pusat studi pendidikan dan kebijakan menilai, dalam menyelenggarakan Pendidikan Anak Usia Dini diperlukan 3 kesiapan saat anak masuk Sekolah Dasar yakni,

  • Anak yang siap
  • Orangtua yang siap
  • Sekolah yang siap
Anak yang siap adalah yang mampu menyesuaikan diri atau menjalankan transisi dengan lancaryerhadap aproses belajar yang lebih terstruktur ketika memasuki sekolah dasar. 

Orangtua juga harus mendampingi, atau pelajari dan memantau dalam hal perkembangan Sang anak Karna orang tua lebih banyak berada di sisi anak.

Sekolah PAUD/TK juga memiliki tugas untuk mempersiapkan anak agar anak - anak siap bersekolah. 

Sedangkan SD adalah sekolah yang siap untuk menerima siswa dengan segala potensi dimasing-masing anak usia dini tersebut. Namun masih ada sekolah yang menerapkan sistem.tes Calistung pada saat pendaftaran siswa SD.


Kementerian pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dalam PP 17. 2010 tentang penyelenggaraan dan pengelolaan pendidikan menyatakan dikeluarkan sekolah yang menerapkan tes membaca , menulis dan berhitung (Calistung).

Hal ini semata- mata untuk melindungi anak-anak yang kita sayangi dari pendidikan yang tidak sesuai dengan perkembangan nya.

Lalu bagaimana dengan kota kita? Apakah masih ada yang melakukan tes Calistung saat pendaftaran masuk Sekolah Dasar .. ??


🌸 Kesehatan Dasar Dan Kesejahteraan Anak

Peningkatan indikator kesehatan anak menjadi salah satu tolak ukur kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat.

Diantara nya status gizi balita berdasarkan tinggi badan dan umur.
30.8% balita di Indonesia mengalami stunting.



Pemberian imunisasi lengkap belum mencukupi angka kebutuhan bayi dan balita.

🌸 Perlindungan Anak 


  1. Angka Buta Huruf ( ABH )
Provinsi dengan ABH terendah yaitu DKI Jakarta, provinsi dengan ABH tertinggi yaitu PAPUA

2. Angka putus sekolah 

Angka putus sekolah  anak laki-laki lebih tinggi daripada anak perempuan dan Angka Putus Sekolah daerah pedesaan lebih tinggi daripada daerah perkotaan. 

3. Akses Internet


Hanya 1 dari 10 anak berumur 7-17 tahun yang mengakses internet yang menggunakannya untuk mengirim/menerima email. 

65,61% menggunakannya untuk mengerjakan tugas sekolah dan 3 dari 4 menggunakannya untuk hiburan.

Sumber: Susenas 2018,BPS

🌸 Perlindungan Khusus

Perlindungan Anak Di Indonesia


  • Anak yang Berhadapan dengan Hukum
  • Anak penyandang Disabilitas dan Anak Korban Penelantaran 
  • Jumlah pekerja Anak di Indonesia


Nah, itu tadi semua data dan informasi Profil Anak Indonesia 2019 berdasarkan hasil kerjasama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dengan Badan Statistik.

Yukk, kita dukung program pemerintah agar terwujud kesejahteraan dan kemakmuran di negara Republik Indonesia tercinta ini.  





Komentar

  1. Terima Kasih banyak untuk sharing ya ya, berguna banget dan menambah pengetahuan lain soal anak2. KIA emang udah mulai wajib punya di beberapa daerah yaa, apalagi udah ada sekolah2 yang mewajibkan Kia jadi syarat masuk sekolah juga

    BalasHapus
  2. bonus demografi. semoga tertangani dengan baik. dan pada saatnya bener2 bisa dimanfaatkan...

    BalasHapus
  3. Saya gak nyangka bahwa jumlah penduduk indonesia adalah mayoritas anak-anak.

    Kira2 efek seperti itu apa ya di indonesia ini?

    BalasHapus
  4. karena sesuai data bahwa sebagian besar penduduk Indonesia adalah anak-anak, makanya tidak tertutup kemungkinan akan banyak juga masalah-masalah seputar anak ya, Mbak. Dan yang paling tampak adalah kesenjangan sosial.
    Nah, kemarin saya baru baca, seorang TNI yang menjadi guru di daerah perbatasan dengan fasilitas sekolah yang minim. Padahal sekolah-sekolah di kota besar full fasilitas. Ini jelas timpang dan menimbulkan kesenjangan sosial. padahal setiap anak Indonesia berhak mendapatkan pendidikan yang sama.

    BalasHapus
  5. Waw aku baru tahu lho kak kalau zaman sekarang lebih banyak anak laki-laki daripda perempuan ya. Allhamdulillah meni seneng aku hihihi. Dan aki setuju Dengan kakak kalau sekarang masih ada SD yang menerapkan calistung untuk tes masuk SD. Yang kayak gini itu tu yang suka bikin orang tuas stres nyiapin anaknya masuk usia sekolah

    BalasHapus
  6. Anakku yang lahir 2019 ini mba, saat buat akte otomatis langsung memiliki KIA. Sekarang saya lagi meluangkan waktu untuk membuat KIA untuk kakak2nya.

    BalasHapus
  7. Anak saya belum ada KIA. Harus segera ini kayaknya ya. Semoga dalam pengurusan KIA prosesnya nggak ribet. Dan informasi statistik tentang anak di Indonesia tersebut dapat digunakan sebagai dasar Pemerintah dalam membuat program-program untuk kepentingan seluruh anak Indonesia.

    BalasHapus
  8. Nice info, Mbak. Aku baru tahu ternyata KIA itu diwajibkan maksudnya untuk perihal ini, untung anak-anakku udah punya semua.

    BalasHapus
  9. Baca ulasan ini berasa ikut acara seminarnya, hehehe. Btw, ngomongin KIA kayaknya di kota pun sosialisasinya kurang banget lho, Kak, jadi hanya orangtua yang aware aja yang bikinin anaknya KIA

    BalasHapus
  10. Saya tertarik dengan Pembangunan manusia berbasis Gender 2019. Tolong bahas, ya Mbak.

    Oh, ya, saya kurang paham dengan kalimat, "Rasio jenis kelamin 103,3 Artinya, dari setiap 100 anak perempuan terdapat sekitar 103 anak laki- laki."
    Mungkinkah typo? Atau saya yang memang tidak paham?
    Maturnuwun

    BalasHapus
  11. Tfs ya Mbak Kesih... seneng banget saya ketemu data langsung dr orang yg datang ke acr seminar yg diadakan KemenPPPA. Catatan saya, 3 kesiapan utk PAUD itu harus kita dorong realisasinya. Faktanya, hanya 1-2 aspek yg siap. Inilah yg membuat anak tidak nyaman menjalani proses bermain dan belajarnya.

    BalasHapus
  12. Setelah dijadikan data baru kita mengerti ya banyak banget yang harusnya kita perbaiki sebagai orang tua dan orang dewasa indonesia untuk anak anak

    BalasHapus
  13. Baca ini, full dengan data. Jadi banyak informasi yang diperoleh.

    "Indonesia memiliki kekuatan yang tidak di miliki negara lain, yaitu keluarga yang sangat solid. Keluarga Indonesia adalah home base bagi anggota keluarganya."

    Aku setuju banget dengan statement ini. Keluarga adalah segalanya di Indonesia. Makanya kemana pun merantau pasti usahain buat mudik, walau di perjalanannya kurang asik. Tapi pasti selalu diniatkan...

    BalasHapus
  14. Pada dekade yang lalu, anak perempuan yang lebih banyak ya mba, sekarang dah gantian, malah anak laki yang lebih banyak.
    Anak saya blom punya KIA, tapi sudah punya nomer kependudukan di KK.

    BalasHapus
  15. Wah tapi datanya cukup menggembirakan juga ya soalnya akses inet buat anak2 dipakai buat nyari tugas sekolah gak cuma buat ngegame atau nonton yutub hehe.
    Soal email mungkin krn kurang biasa aja.
    Ini datanya selalu diperbarui tiap tahun gtu ya mbak?

    BalasHapus
  16. Bila melihat masalah anak,pandangan itu berubah menjadi susunan yang kompleks banget. Dan emang perlu penanganan yang serius dari pemerintah.

    BalasHapus
  17. Anak-anak memang aset terbesar bangsa ini ya mbak, makanya harus diberikan semaksimal mungkin hak-haknya dengan begitu mereka bisa saling bersaing satu sama lain

    BalasHapus
  18. Bagus ya materi yang dibahas. Lengkap tentang kondisi kependudukan Indonesia, jadi ingat dulu kalo nyari yang gini harus bongkar-bongkar data di BPS

    BalasHapus
  19. Anak-anak paling banyak jumlahnya ternyata, generasi penerus bangsa yang perlu dijaga dan diperhatikan. Dan ternyata tujuan dari KIA itu juga menjadi data acuan saat anak masih kecil, dan dewasa agar mudah mengurus surat kependudukan.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sensasi Mandi Parfume Bareng Vitalis Parfume Moisturizing Body Wash

Ulang Tahun RSCM Ke-100 Tahun, Mengukir Karya Meraih Prestasi

Fintech AdaKita dan Manfaat nya Bagi Masyarakat