" Semarak Festival IKMA 2019, Sambut Industri 4.0 "




Industry 4.0

Istilah Industri Indonesia 4.0 pasti sudah tidak asing lagi bagi kita. Yup, saat ini kita berada d zaman dimana Revolusi industri 4.0 baru saja dimulai .

Sebelum aku bercerita lebih jauh, kita flash back sedikit yukk. kalian tahu  tidak sih apa itu Industri 4.0 ? Kalau sebelum nya kita mengenal industri 3.0 dengan Era Digital Revolution, yang memadukan inovasi dibidang elektronik dan Tekhnologi informasi.

Revolusi industri 4.0 menerapkan konsep automatis ASI yang dilakukan oleh mesin tanpa memerlukan tenaga manusia dalam pengaplikasiannya. Dimana hal tersebut merupakan hal vital bagi para pelaku industri demi efisiensi waktu, tenaga kerja dan biaya.

Istilah industri 4.0 pertama kali digemakan pada Hannover Fair, 4-8 April 2011. Istilah ini digunakan oleh pemerintah Jerman untuk memajukan bidang Induustri ketingkat selanjut nya, dengan bantuan tekhnologi.

Penerapan Revolusi Industri 4.0 di pabrik- pabrik saat ini dikenal dengan istilah smart factory. Tidak hanya itu, saat ini pengambilan ataupun pertukaran data dapat juga dilakukan ontime saat dibutuhkan,melalui jaringan internet. Sehingga proses produksi dan pembukuan yang berjalan dipabrik dapat termotorisasi oleh pihak yang berkepentingan kapan saja dan dimana saja  selama terhubung dengan Internet.

Semarak Festival IKMA 2019 




Kamis, 12 Desember 2019 saya berkesempatan menghadiri acara bergengsi yang diselenggarakan oleh
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah dan aneka (IKMA)  yang bertajuk “Semarak Festival IKMA”.

Kegiatan ini merupakan salah satu langkah konkret Kemenperin untuk terus berupaya meningkatkan daya saing produk serta sumber daya manusia khususnya di sektor IKMA.

Acara yang berlangsung selama 2 (dua) hari  ini di Balai Kartini , Jakarta pada tanggal 11-12 Desember 2019 menghadirkan 28 booth dan 2 klinik yang terbaik di Indonesia yang mana telah mendapatkan penghargaan yang meliputi: Pameran Startup dan festival IKMA, Penghargaan Startup4Industry, dan Penghargaan Lomba Desain Indonesia Footwear Creative Competition.



Ada pula Pemberian Fasilitasi Restrukturisasi Mesin dan Peralatan serta Fasilitasi Sertifikasi Halal yang dilakukan secara simbolis.

Seminar Startup Tech Provider 4 Industry


“Transformasi IKMA 4.0” membahas mengenai beberapa isu yaitu bagaimana situasi revolusi industri keempat selama ini, hasil penerapan Indonesia Industry 4.0 Readiness Index di Sektor Aneka, hasil pemetaan menuju implementasi Making Indonesia 4.0 di Sektor IKMA, serta tentang teknologi pendukung revolusi industri keempat.

Para Nara Sumber


Telah hadir Nara sumber di hari ke- 2 ini  mas Ali Fikri dan Mr Alpesh Patel dari McKinsey & Company serta ibu Ditjen Gati Bawasih 

Ali Fikri menjelaskan tentang visi nya,

" Kami menjembatani kemampuan masyarakat dengan tekhnologi untuk mendorong peningkatan tekhnologi "

Ali fikiri juga menjelaskan beberapa masalah manufactur yang sering terjadi, yaitu:

1. Inkonsistensi kinerja tenaga kerja
2. Pengumpulan data manual
3. Bikin perbaikan

Untuk mengatasi masalah-maslah yang terjadi seperti diatas tadi, diperlukan membangun platform yang nama nya Platform Manufacture yang cerdas.

Ali Fikri 


" Kami percaya bahwa pada sektor manufacture , satu solusi saja tidak cukup untuk semua. Kita perlu membangun solusi yang disesuaikan yang berdasarkan pada maasalah yang tidak biasa ".

Ditjen Gati Wibawaningsih

Semarak Festival IKMA 2019 diharapkan dapat menjadi pemacu baik bagi IKMA maupun bagi pembina IKMA untuk dapat meningkatkan daya saingnya melalui kompetisi, fasilitasi dan sertifikasi untuk bertransformasi menuju IKMA 4.0. Jelas ibu Ditjen Gati Wibawaningsih.

Dengan adanya program “Transformasi menuju IKMA 4.0”, diharapkan pula Indonesia semakin siap menghadapi era revolusi industri 4.0 dengan meningkatkan daya saingnya melalui kompetisi, fasilitasi dan sertifikasi untuk dapat mencapai tujuan tersebut. 

Pameran Startup Industri 4.0 

Selesai menghadiri acara seminar, aku menyempatkan diri untuk mengambil beberapa foto untuk bahan materi tulisan.

Ada beberapa both pameran yang aku singgahi karna menarik perhatian ku. Diantara nya adalah Klinik Tenun Grinsing




Bersama mba Putu Yulistia dari Bali,yang menerangkan bagaimana cara memakai alat tenun  dan bahan baku utama yang terbuat dari kapas dan memakai bahan pewarna alami dari tumbuh-tumbuhan. Untuk satu selendang ukuran kecil memanjang ini saja proses nya bisa sampai 1 tahun baru selesai, maka nya harganya sedikit lebih mahal sekitar 1 juta. Bisnis tenun Grinsing ini sudah betjalan turun menurun mulai dari nenek, ibu lalu diri nya.

Ternyata agak ribet ya kalau belum terbiasa. Hehehe ...

Both selanjut nya yg menarik perhatian ku adalah both 3D Print dari Asosiasi Tridimensi Indonesia.

Dimana ada sebuah mesin yang bisa menulis dan membuat tanda tangan.  Kerenn ...



Lalu aku mencium aroma wangi kopi yang both nya tepat berada disebelah both yang tadi. Aroma nya mengganggu indera penciuman ku, maka berhentilah aku disitu untuk ikut antri menikmati segelas kopi.



Penyajian kopi di sini berdasarkan suhu kelembaban yang sudah di atur untuk menciptakan cita rasa kopi yang nikmat.

Hemm, akhir nya ... MANTAPP brooo ...
Perjalan aku pun berakhir di both ini. Meski masih banyak both-both lain yang berada disini.





Sampai jumpa di blog aku selanjut nya dengan tema yang berbeda.  Terima kasih .. semoga bermanfaat ... 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sensasi Mandi Parfume Bareng Vitalis Parfume Moisturizing Body Wash

Fintech AdaKita dan Manfaat nya Bagi Masyarakat

Ulang Tahun RSCM Ke-100 Tahun, Mengukir Karya Meraih Prestasi